Posts

Showing posts from October, 2014

Langkah Semangat

Semangat kita adalah api yang berkobar Membakar rasa jengah yang hinggap Membakar rasa enggan untuk mereguk ilmu Membakar segala kemalasan hingga menjadi abu Untuk kemudian menghilang terbawa angin Semangat kita adalah fakta! Kita adalah satu Satu kumpulan yang semakin mendekati tujuan Satu rangkaian dalam mencapai mimpi-mimpi Langkah kita ini langkah pasti Menderap bersama menuju gerbang ilmu lebih tinggi Kita adalah calon pemenang Yang telah membuat memori berwarna Tanpa henti menggoreskan sejarah Hingga pentas hidup yang ini usai Dan berganti dengan panggung kehidupan yang baru Biarkan bara semangat ini bebas lepas Membara, menyebarkan cahayanya sendiri Melahap kita, satu yang bersama Membawa kita berjalan lebih jauh Perjalanan yang berakhir dalam realita berdasarkan mimpi

Selamat Malam

Selamat malam, dirimu Biarkan hari penatmu diakhiri Oleh kantuk yang mengharapkan tidur nyenyak Dan keletihan yang bersiap pergi Ucapkan doa sepenuh hati saat ini Selamat malam, dirimu Relakanlah semangatmu diundang kembali Menggantikan kursi yang sebelumnya diisi beban Lelehkan saja kesenangan yang membeku Mimpi-mimpi indahmu telah menanti Kini, selamat tidur, dirimu Lukiskanlah senyum dalam tidurmu Untukku... Dan percikkan kegembiraan dalam esokmu Agar aku tahu, Malaikatku telah menjagamu Dengan sempurna

Bahasa Rasa

Mungkin dalam hening malam Tak ada aksara yang mewakili rasa Namun hati ini tak lantas diam memelihara sunyi Ia tetap berbicara Berbicara bahasa rasa.... Bahasa terhalus dalam dunia fana Dapat kusampaikan rindu ini Menyelipkannya dalam kepingan waktu Menghembuskannya melalui sekat-sekat mimpi Mungkin dirimu belum memahami Biarkan hati kita berbicara Sebebas udara, tanpa perlu dihela Bahasa ini adalah bahasa rasa Hanya bisa dirasa tanpa ada ekspektasi Rasakan bagaimana bahasa ini menyapamu halus Rasakan keheningan dalam keramaian Tanpa perlu kamu mengerti Hati ini berbicara padamu dalam jangka waktu lama Hanya rasakan... Dan cinta akan berbicara dengan sendirinya

Bebas

Untuk apa berjalan jika dianugerahi dua sayap Kebebasan menanti di hamparan luas langit Menunggu untuk dieksplorasi Penuh kepastian akan sekepal kepuasan pribadi Tanpa beban berat yang menggelayuti Terpenjara bukan jalan akhir Sayap-sayap ini tidak bisa berkompromi untuk terus diam Menentang takdirnya sendiri untuk terbang Memaksa dirinya sendiri untuk berjalan di tanah Dalam kungkungan ketidakpastian yang menyiksa Demi sekelebat kebahagiaan yang bahkan tidak tampak nyata Aku lelah menentang kebebasan Untuk berusaha sejajar dengan hal yang semu Aku lelah melipat sayap dan menolak sambutan matahari Untuk sebuah ketidak pastian yang menggerigiti hati Aku ingin bebas Merentangkan kedua sayap dan terbang Hanya mengikuti kata hati, mengikuti ujung pelangi Memaksa diri adalah penjaraku sendiri Kini, aku teramat ingin bebas Mereguk hidup dengan segala warnanya