Kenapa Menulis?
Kenapa menulis? Ya karena mau. Mampu. Dan tidak tahu malu. Hmmmm. Nggak nggak, bercanda, hehe. Begini, alasan menulis yang paling utama karena pikiranku nggak pernah sepi. Nggak pernah satu hari aku lewatkan tanpa seliweran pertanyaan, asumsi, pengetahuan baru, dan bahkan hal sepele semisal resep makanan dan harga baju. Yang kulakukan pertama kali adalah proses penyaringan pikiran, mana yang layak diingat dan diabadikan, mana yang hanya dibiarkan lewat. Yang layak diingat dan diabadikan, baru aku tuliskan (atau foto kalau perlu dan sempat). Menulis hanya bagian dari menuangkan pikiran. Khusus untuk blog, aku sengaja isi tema cinta dan hidup, disusul sastra, dan pemikiran-pemikiran random yang sering muncul saat tengah malam lewat sedikit. Kepala yang terlalu penuh bisa merepotkan aktivitas, dan menulis bisa sedikit meredakan itu. Alasan menulis kedua, karena punya banyak ide-ide gila atau kepala yang nggak pernah berhenti bekerja, aku jadi cerewet ke orang-orang terdeka...