Posts

Showing posts from July, 2019

Kenapa Menulis?

Kenapa menulis? Ya karena mau. Mampu. Dan tidak tahu malu. Hmmmm. Nggak nggak, bercanda, hehe. Begini, alasan menulis yang paling utama karena pikiranku nggak pernah sepi. Nggak pernah satu hari aku lewatkan tanpa seliweran pertanyaan, asumsi, pengetahuan baru, dan bahkan hal sepele semisal resep makanan dan harga baju. Yang kulakukan pertama kali adalah proses penyaringan pikiran, mana yang layak diingat dan diabadikan, mana yang hanya dibiarkan lewat. Yang layak diingat dan diabadikan, baru aku tuliskan (atau foto kalau perlu dan sempat). Menulis hanya bagian dari menuangkan pikiran. Khusus untuk blog, aku sengaja isi tema cinta dan hidup, disusul sastra, dan pemikiran-pemikiran random yang sering muncul saat tengah malam lewat sedikit. Kepala yang terlalu penuh bisa merepotkan aktivitas, dan menulis bisa sedikit meredakan itu. Alasan menulis kedua, karena punya banyak ide-ide gila atau kepala yang nggak pernah berhenti bekerja, aku jadi cerewet ke orang-orang terdeka...

Self-Love

Semenjak saat itu, hati ini berkelana ke sana kemari seolah mencari suaka padahal bukan. Hanya merayapi sepi demi sepi yang lain, senang demi senang yang samar. Kata orang ikuti kata hati, namun hatiku asyik berdiam diri. Membiarkanku hilang arah. Bisikan lirih mengingatkanku bahwa seharusnya aku hanya diam. Menikmati sembuhnya luka yang tertolong waktu. Menikmati heningnya hari dan hati. Menggamit mimpi dan kebebasan yang menunggu di tikungan. Menikmati alam yang menjanjikan ramai bermakna. Menikmati bercakap-cakap dengan diri sendiri yang lama tak bersua. Lama tak kucinta. Aku pernah kehilangan separuh diriku, dan sedang menggapainya kembali. Mencoba mencintai diri ini sekali lagi, tanpa kecuali. Karena hanya dengan mengapresiasi diri, meluaskan maaf, dan menerima rasa sakit dengan lapang dada : maka aku hidup. Maka aku utuh. Selamat datang kembali, diriku. Jangan dulu kamu lari kepada cinta-cinta semu. Wahai diri, mari saling mencintai. Mari saling memiliki. Mari bersi...