Posts

Showing posts from December, 2017

Long Story of 2017

Halo :D Attention, it’s gonna be a long post , karena ini semacam rangkuman kehidupan 2017 (eh? Rangkuman?) Banyak hal yang mau aku ceritakan, aku kasih pendapat, aku bagikan untuk dijadikan pembelajaran bagi orang lain, tapi aku bingung harus mulai dari mana. Sejak Januari sampai hari ini, banyak cerita, banyak hasil pikiranku yang terabaikan. Bahkan nggak aku tulis sama sekali di buku mana pun. Untungnya, hasil pikiranku itu nggak sepenuhnya hilang. But, here we goes…… Pertama, yang mau aku bahas adalah, I’m done with love . And also it’s drama . Bukan lantas aku sekarang desperate , menyerah, memandang “cinta” sebagai hal-hal yang cuma bisa menimbulkan sakit hati, atau membenci dan menganggap “cinta” dan yang mengalaminya itu orang bodoh. Tidak. Aku masih menganggap itu hal yang worth it dan aku nggak takut untuk menghadapinya lagi. Meskipun nggak sekarang, karena aku berpikir : yaudah sih, kalau memang nanti ketemu sama siapapun itu, ya pasti akan bertemu dan dipertemuk...

Ilmu (Opini Tengah Malam)

Emang ya dasar, jam-jam tengah malam gini tuh otak sedang bersinar terang (bahasa apa ini haha). Oke, jadi pembahasan -atau hasil pemikiran, lebih tepatnya- yang mau aku tulis adalah tentang ilmu. Bedanya post ini dengan post berjudul "Ilmu" yang sebelumnya adalah, ini bukan karya sastra berupa puisi atau prosa. Ini hasil pemikiran. Artikel. Cuap-cuap. Apalah itu terserah Kenapa bahas ilmu? Awalnya, aku belajar-belajar bahasa Jerman. Iseng aja untuk ngisi waktu, meskipun pemahamanku masih 0.003% dan seluruhnya mencakup arti dari tiga kata. Iya, separah itu memang, maklumlah newbie. Masih piyek hehe. Lalu pikiranku beralih ke alasan dibalik kenapa aku selalu semangat kalau belajar bahasa. Salah satu faktornya adalah karena aku memang suka dan kepo. Faktanya, yang suka aku pelajari bukan cuma bahasa, tapi ada banyak hal lainnya, sekalipun itu cuma proses coba-coba. Aku suka belajar musik, bahasa, bahkan menggambar. Yang bagian menggambar tadi masih abal-abal dan taraf c...

Keruh

Aku meletakkan kepala di kedua tangan, mengistirahatkan diri dari dunia yang riuh dan pikiran yang bertambah keruh. Aku melepaskan diri dari belitan rasa yang tidak bermuara. Aku memilih memejamkan mata lalu menyapa jiwa. Membiarkannya bertumbuh dan berkembang sebagaimana dia harus. Menolak melenyapkannya dari rutinitas yang rusuh. Senyap. Berontak tidak lagi menarik, rahasia tidak lagi mengusik. Aku berdecak, kagum bagaimana sistem pengendalian diriku masih bertahan sampai detik-detik mulai retak. Lalu aku tertidur.

Pergi

Jangan biarkan pikiranmu terdistraksi oleh imajinasi, rapalku dalam hati. Puluhan kali hari ini. Tidak benar bahwa mimpi tidak menyimpan bisa. Setidaknya bagi yang tidak berpotensi terwujud. Aku sedang kalang kabut. Pusatkan rencanamu pada satu titik, bukan menyebar tak terkendali dan dikuasai emosi. Lagi-lagi aku merapal dalam hati, berbisik-bisik sendiri. Cinta bukan saat yang tepat bagi diri yang ingin melesat. Lantaran pikir terbagi-bagi, tujuan awal terdistorsi. Pikir lagi dua kali. Aku menoleh Cukup untuk menatapmu sekali lagi Jika cinta, maka kita akan kembali, bukan? Lalu aku melangkah pergi.