Lelucon
Titah berkumandang dari segala penjuru, merasuki gendang telinga sampai bertalu-talu. Duhai, tidakkah derap langkahku sudah menjadi pembuktian bahwa kata yang mereka lontarkan lenyap maknanya? Kuhadapi lagi, lalu berganti kicauan sumbang yang bermanis-manis. Sungguh hidup yang penuh dualitas. Sedikit manusia bersikap maha tahu dan lupa bahwa yang Maha Tahu saja tidak sejumawa itu. Lupa, pengetahuan tanpa pemahaman adalah dasar dari salah jalan yang memalukan. Bersikap bak pahlawan kesiangan padahal biasanya makan harapan orang. Lalu kebaikan digadang-gadang menjadi pembenaran atas adanya kesalahan lain. Boleh aku tertawa sebentar? Berkata-katalah. Karena kebenaran bukan untuk diperdebatkan demi mencapai kemenangan.