Mau Apa?
Insan meracau sumbang Memenuhi detiknya dengan kidung Sumbang tanpa jiwa Atau memilih gunjingan Mengagungkan berita basi Sebagai kudapan di petang hari Tegangnya urat nadi siapa peduli Di kepalanya orang lain tak punya telinga Ada-ada saja Tawaku tercekat cemooh halus jadinya Yang mengalun menyelinap Berbentuk remehan receh Tiada gentar dalam nadiku Jika dia cintaku, lalu mau apa?