Kepada Kamu
Kepada kamu, yang entah siapa dan di mana yang entah sudah kukenal atau belum Bilang rindu saat ini terasa membosankan. Sebuah kebiasaan yang tidak akan membawa kita kemana pun, selain ke kubangan rasa yang menenggelamkan. Jadi aku akan berhenti bilang rindu sama kamu. Walaupun terus aku bertanya, kamu dimana? Aku menunggu kamu datang. Tidak pilu dan mendayu-dayu, karena aku menunggu sambil menekuni hobi. Misalnya, berburu buku baru. Lalu wisata kuliner. Menjelajah duniaNya dengan banyak tawa. Menunggu kamu ternyata tidak sendu, tapi jadinya menyenangkan. Menenangkan. Banyak yang mau aku ceritakan. Tentang kegiatanku. Pengalaman apa yang sudah aku lewati. Mimpi-mimpiku. Pun mari kudengarkan segalanya tentangmu. Tidak perlu terburu-buru karena aku yakin kita akan punya banyak waktu nanti. Tidak banyak yang mau aku tulis. Ini mungkin karya sastra, mungkin pula bagimu sekedar artikel tanpa makna. Aku hanya ingin menyampaikan : jangan lupa cintai Dia melebihi duniamu. Terus ba...