Posts

Showing posts from April, 2015

Malamku

Malam adalah waktuku Hingar bingar, hingar bingar, hingar bingar, lalu hening Sederhana yang sempurna, sempurna dalam kesederhanaan Kerlap-kerlip, bintang Kerlap-kerlip, lampu Bebas berbahasa, bebas merasa Bebas berbicara, bebas tertawa Karena semua mata telah sayu Karena semua hati telah layu Dan yang tersisa hanya aku Siapa itu 'aku'? Tidak ada yang tahu Pun diriku Apalagi kamu Malamku memiliki irama Sunyi. Lalu irama detik, detik, detik jarum jam mengalir Sepi. Lalu irama detak, detak, detak jantung mengiringi Senang? Tentu, sekalipun senangku ilusi Sedih? Tidak, sekalipun sedihku adalah fakta Bukankah ini waktunya bermimpi? Mengapa masih terjaga?

Candu

Kau adalah candu, candu untuk keseharianku Gamang diri ini, berdebat riuh Ragu melangkah dalam kubangan keinginan tak bertepi Berharap penawar, sekaligus ingin terus menjadi pecandu Pararel dengan itu, aku kini merindu Segalanya tampak samar, berkelip nyaris lenyap Saat itu pun aku tetap merindu Rindu yang tak tahu malu, tak kenal waktu Menetapkanku menjadi pecandu nan bingung Tak sudi sembuh, namun enggan melangkah lebih jauh Kau adalah candu Mengalir dalam darah, tepatri lekat pada otak Membuat detik dikalahkan oleh detak Alasan dibalik senyum seorang diri setiap hari Penyebab hilangnya deskripsi diri Candu, yang memerangkapku di tempat tak bertepi