Posts

Showing posts from July, 2015

Kini

Aku suka menelaah wajahmu. Yang jika dirinci, maka akan serupa dengan bocah balita. Kekanakan. Kekanakan yang menjengkelkan, mengundang kesal berdatangan dengan jumlah yang tak mampu ditakar. Jangan harap maksudku mengartikan kekanakan adalah imut, lucu, dan menggemaskan yang sama sekali tak akan menjadi rupawan di usiamu yang sekarang. Tapi aku terjun bebas dalam semarak kemeriahan tawa kita semalam yang tak bertujuan. Tenggelam dalam obrolan yang meyakinkanku bahwa ini tak berbatas, dibungkus kenyamanan. Instan. Aku masih diapit oleh keraguan, yang sangat keras kepala kau coba enyahkan melalui tindakan-tindakan tanpa otak dengan hasil nihil. Tak lama kudapati diriku mempertahankan wujud realitas dan khayalanmu, tidak secara mati-matian, tapi cukup untuk membuat egois bertekuk lutut dan undur diri dari hati yang kau hinggapi kini. Tak dianya, kita mampu berjalan sejauh ini. Perjalanan yang semula kuanggap mitos, tak patut beroleh atensi. Buang-buang waktu. Mitos yang kau runtuhka...

Quotes of The Day (Supernova Series)

I'm a Dee's follower. Semua bukunya sudah aku baca, dan itu cerdas. Menarik. Lucu. Gila. Thriller . Romantis. Sederhana. Mengena. Dan semua-muanya yang terlalu banyak kalo aku tulis di sini. Terutama Supernova Series. Mulai dari "Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh" sampe "Gelombang", it's great. Lebih baik baca bukunya langsung aja deh :p :) Ketika aku baca, udah tentu aku nemu banyak banget kata-kata yang buatku itu menarik. Aku tulis di note hape. Setelah sekian lama, aku pikir aku nggak bisa nyimpen ini sendirian di hape. Ini menarik untuk di share. Karena kata-katanya Dee bener-bener cerdas dan bagus. So, daripada banyak cuap-cuaps, here we goes.... KSATRIA, PUTRI, DAN BINTANG JATUH - "Cinta kan tidak butuh tali? Ia membebaskan. Jadi, buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?" - "Tak ada lagi yang baru di sini. Semua tawa beralaskan derita lama, dan semua tangis berawalkan tawa yang melapuk" - "Penulis...

Keberadaan

Good night (late at night, I should say). Ini ada... umm, puisi? Prosa? I don't even know what is it. Ini adalah hasil perbincangan malam hari antara aku sama seorang Amalia Ekowati. Kata siapa sahabat harus saling ejek, marahan, diem-dieman, musuhan, dan lain sebagainya yang banyak diperbincangkan itu? Kita bahkan bisa saling lempar kata (yang sayangnya kurang gereget kalo via WhatsApp ). Menyenangkan. Cause Amalia Ekowati just like a star in the sky.  Nggak perlu muncul tiap saat, terikat tiap waktu, tapi dia ada. Kita ada. Fyi, yang pink itu aku dan yang biru itu Amel. Enjoooyyyyy ;)))   Asing adalah teman yang terlupa karena akrab yang jumawa Asing adalah teman lama Sedang aku pula lupa kawan adalah lawan yang tersenyum padaku Karena aku membangun sekat dari enggan Teman itu bualan bukan? Bungkus terbaik dari lawan Harus kuapakan tanda tanyamu? Terlanjur enggan dibuai realita lalu ku iyakan juga Akhirnya kita terbungkus rapi Bungkus yang...

Hadirmu

Huruf tak lagi dapat dikenali. Bersamaan dengan itu pula waktu mengkristalkan diri. Beku, enggan bergerak kemana pun. Sesaat kehilangan orientasi. Inilah yang orang sebut nyata? Kenyataan yang hidup dalam kepalsuan harian yang sulit dimengerti. Kenyataan yang hanya ada ketika waktu tidak menjamah tempat kita berpijak. Atau tubuh ini memang hanya alat? Tak ada kata bukan berarti tak bicara. Kita bicara. Melampaui frasa kalimat baku dan majas-majas yang penempatannya tidak tepat. Ya, Sayang, kita bicara. Bicara bahasa non-manusia, mungkin? Bahasa sehalus udara yang kita hela dan sering terlupa. Begitu saja. Apa adanya. Semua ini tak bermuara, atau tepi memang hanya kasat mata dan sudut menunggu kita terbentur lalu sadar. Luas itu tidak pasti, maka aku tetap menikmati. Lagipula sejak kapan rasa memiliki satuan luas. Aku menikmati kenyataan yang mencakup binar sepasang mata dan senyum-separuh yang menyihirku menjadi pendamba ulung. Yang tak kunjung beranjak karena kesadaran akan manusia ...