Ini Buat Kamu, Le
Bagaimana rasanya menerka-nerka pikiran orang? Atau menerka-nerka tiap kejadian? Nyaman? Kurasa tidak akan. Apa yang nyaman dan menyenangkan dari sebuah tanda tanya yang bukannya ditanyakan atau dicari tahu kebenarannya, malah dijadikan objek teka-teki sepihak? Sayangnya, aku juga ikut main teka-teki itu. Bertanya-tanya apa maksudnya setiap langkah yang kuambil dengan cukup tahu diri. Bertanya terus tentang benar tidaknya pilihan atas setiap aspek hidup, yang kuambil dan kuterapkan. Sampai sekarang tetap aman di benak tidak kukeluarkan melalui ucap. Rasanya, tidak perlu juga. Segala yang didasarkan karenaNya, insya Allah, memang jalan yang benar. Ya toh, le? Kepingan teka-teki ini berkecamuk di kepala kala malam. Termasuk, tentu saja, bagaimana rupamu yang rupawan tapi tidak cukup merasuk di hati. Anehnya, enggan pergi sampai hari ini. Bingung sisan toh, le? Pun demikian aku masih keras kepala bertanya juga : apa benar pilihanku atasmu saat ini? Ah, pembahasannya kamu melulu. Ba...