Rahasia
Terkesiap ku lihat banyak rahasia dalam rintih yang terselubung canda. Bagaimana bisa, tetap tegar hidup namun jiwa dan pikiran tercerai berai? Seakan tiada peduli, mereka tetap menjadi berani. Kesana kemari mencari pundi-pundi yang, katanya, kebahagian hakiki. Mereka sembunyikan layu dalam tawa renyah kesekian. Bah, perih pun seakan tiada mereka hirau. Lagi-lagi aku bergeming, mengernyit melihat banyak kepalsuan yang terkurung dalam jiwa. Ah, berat nian hidup mereka. Rahasia tetaplah rahasia Ujung pangkalnya tiada yang tahu menahu Tidak aku Tidak juga kamu Jika lihai bermain rahasia dalam panggung sandiwara, kenapa masih bermuram durja ya? Terlalu banyak rahasia mungkin membuat duka betah lama-lama.