Posts

Showing posts from February, 2016

Saru

Benak kembali mendesiskan sindiran Ini tidak benar Ketidak tetapan yang mengikat Satu sikap yang meluluh lantakkan ragu Menyenangkan Candu, candu, candu Aku menjauhi Ketika diriku hancur, melebur dalam degup milikmu Lupa pada aliran nadi sendiri Lupa pada titah tabu Saru, saru, saru Aku berasumsi segalanya membaik Nyatanya malam ini aku tumpah ruah Membanjir dan menggenang Di pelataran rahasia kemarin sore Lagi, lagi, lagi Berulang kali, setiap hari Kesenanganku seribu kali milikmu Pun luka akannya Oleh siapa semua ini bermula? Karena siapa semua ini menjadi irama? Kamu, kamu, kamu Aku, aku, aku