Candu
Kau adalah candu, candu untuk keseharianku
Gamang diri ini, berdebat riuh
Ragu melangkah dalam kubangan keinginan tak bertepi
Berharap penawar, sekaligus ingin terus menjadi pecandu
Pararel dengan itu, aku kini merindu
Segalanya tampak samar, berkelip nyaris lenyap
Saat itu pun aku tetap merindu
Rindu yang tak tahu malu, tak kenal waktu
Menetapkanku menjadi pecandu nan bingung
Tak sudi sembuh, namun enggan melangkah lebih jauh
Kau adalah candu
Mengalir dalam darah, tepatri lekat pada otak
Membuat detik dikalahkan oleh detak
Alasan dibalik senyum seorang diri setiap hari
Penyebab hilangnya deskripsi diri
Candu, yang memerangkapku di tempat tak bertepi
Comments