Saru
Benak kembali mendesiskan sindiran
Ini tidak benar
Ketidak tetapan yang mengikat
Satu sikap yang meluluh lantakkan ragu
Menyenangkan
Candu, candu, candu
Aku menjauhi
Ketika diriku hancur, melebur dalam degup milikmu
Lupa pada aliran nadi sendiri
Lupa pada titah tabu
Saru, saru, saru
Aku berasumsi segalanya membaik
Nyatanya malam ini aku tumpah ruah
Membanjir dan menggenang
Di pelataran rahasia kemarin sore
Lagi, lagi, lagi
Berulang kali, setiap hari
Kesenanganku seribu kali milikmu
Pun luka akannya
Oleh siapa semua ini bermula?
Karena siapa semua ini menjadi irama?
Kamu, kamu, kamu
Aku, aku, aku