Doa
Yap, assalamualaikum dan selamat malam. Karena sibuk magang kemarin-kemarin, jadi post ini sempet mendekam lama di laptop sebelum akhirnya bisa aku publish malam ini. Kenapa malam ini? Dunno, may be because it's the right time?
Temanya kali ini tentang doa.
Semua orang pasti pernah dengar pepatah “kata-kata adalah doa” kan? Aku nggak yakin sih itu pepatah atau bukan, yang jelas, aku setuju sama kalimat itu. Bahwa kata-kata yang kita ucapkan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain, memiliki kemungkinan yang besar untuk terjadi. Jika kata-katanya baik, maka yang terjadi adalah baik. Jika kata-katanya buruk, maka yang tejadi adalah hal yang buruk. Karena itu, berkatalah yang baik-baik. Sebelumnya, berpikir jugalah yang baik-baik.
Semua orang pasti pernah
merasakan ada di titik dimana dia murka. Entah karena memang kesabarannya sudah
habis, atau karena orang yang dihadapi luar biasa bebal, rasa murka dan mau
mencaci maki itu pasti pernah terjadi minimal sekali seumur hidup. Kalau murka
atau marah, memang orang akan cenderung berkata lebih jujur dan apa adanya.
Tapi apa semua perkataannya itu baik? Apa semua perkataan yang terlontar dari
orang yang murka itu akan menjadi doa yang baik untuk orang lain?
Hati-hati sama kata
yang kamu lontarkan ke orang lain. Karena itu akan kembali ke dirimu sendiri.
Sesimpel itu.
Yang aku rasakan
sendiri, mendoakan orang dengan harapan yang jelek-jelek itu malah buat hati
kita sendiri jadi nggak tenang. Jadi merasa bersalah, karena siapa yang tahu
kalau doa itu kembali lagi ke kita, atau malah ke orang lain yang kita sayangi?
Semarah apapun kita sebagai manusia, mendoakan orang dengan doa yang tidak baik
itu nggak lantas menyelesaikan masalah lalu membuat kita lega. Bisa dibilang
itu nggak guna.
Bapak pernah bilang
sewaktu aku masih SMP dulu, kita harus berkata yang baik-baik. Kalau marah pun,
harus mengatakan yang baik-baik. Aku mulai menerapkan itu sejak masuk SMA. Mau
semarah apapun aku ke orang, hal pertama yang aku katakan pasti “Semoga kamu
bahagia dunia akhirat”. Atau “Semoga segala urusanmu dimudahkan”. Dan
semoga-semoga lainnya yang berisi pengharapan semoga memang mereka mendapat
kebaikan.
Pun begitu ketika kita
ketemu orang di jalan. Orang-orang yang ngasih tempat duduknya untuk orang lain
yang lebih membutuhkan di tempat umum, orang yang jujur mau kembalikan uang
yang nggak sengaja dia temukan ke pemiliknya, orang yang bantu orang lain
nyebrang jalan, orang yang sudah bantu kita dalam beberapa hal, hal-hal remeh
yang dilakukan orang lain itu lho, kenapa nggak kita doakan yang baik untuk
mereka? Ketika sudah dibantu sama orang, kenapa kita cuma berhenti sampai di
kata “terima kasih”? It’s gonna be more
better if we pray for them, untuk siapapun yang pada hari itu sudah berbuat
baik entah ke kita langsung atau kita lihat dia berbuat baik untuk orang lain.
Doakan semoga segala urusannya hari itu dimudahkan, rejekinya dilancarkan,
hidupnya bahagia di dunia dan akhirat, dan hatinya selalu sayang sama Allah
melebihi apapun. Doakan apapun yang baik-baik.
Ketika kita mau bantu
orang lain tapi kita masih punya suatu halangan untuk melakukan itu, kita bisa
kirim doa. Bisa berdoa. Bisa minta sama Allah agar orang itu dibantu, atau
diberi kekuatan dalam hidupnya, dan lain sebagainya. Karena Allah nggak pernah
berkata “tidak” untuk doa para hambaNya.
Tuntunan untuk berdoa
ada di dalam Surah Al-Baqarah ayat 186 : “Dan
apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka
sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia
berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)Ku dan beriman
kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran”.
Untuk urusan sepele
seperti minta dicukupi kebutuhan makan pun, kita harus berdoa. Minta sama
Allah. Seremeh, se-sederhana apapun permintaan kita, Allah pasti dengar. Allah
pasti menjawab doa yang kita sampaikan. Tapi ya kita juga harus usaha, karena
doa tanpa usaha ya untuk apa?
Aku sedang tidak
berusaha untuk sok baik atau apa. Ibadahku masih belum bagus. Masih banyak sifat sikapku yang kurang baik juga. Tapi apakah mendoakan
orang lain, berkata yang baik tentang dan kepada orang lain, itu harus menunggu
kita untuk baik dulu? Nggak. Siapapun bisa berdoa untuk kebaikan diri sendiri
maupun orang lain. Seperti apapun keadaan kita, tetaplah berdoa. Tetap minta
sama Allah. Tetap berbicara denganNya, setiap hari.
Dan sebisa mungkin,
jaga lisan. Kalau jaman sekarang mungkin jaga jari ya, biar nggak ngetik
aneh-aneh lalu menyakiti hati orang lain? Intinya, sama-sama berhenti
melontarkan kata-kata yang nggak baik untuk orang lain. Mari saling mendoakan
untuk kebaikan semuanya :)