Keberadaan
Good night (late at night, I should say). Ini ada... umm, puisi? Prosa? I don't even know what is it. Ini adalah hasil perbincangan malam hari antara aku sama seorang Amalia Ekowati. Kata siapa sahabat harus saling ejek, marahan, diem-dieman, musuhan, dan lain sebagainya yang banyak diperbincangkan itu? Kita bahkan bisa saling lempar kata (yang sayangnya kurang gereget kalo via WhatsApp). Menyenangkan.
Cause Amalia Ekowati just like a star in the sky. Nggak perlu muncul tiap saat, terikat tiap waktu, tapi dia ada. Kita ada.
Fyi, yang pink itu aku dan yang biru itu Amel. Enjoooyyyyy ;)))
Asing adalah teman yang terlupa karena akrab yang jumawa
Asing adalah teman lama
Sedang aku pula lupa kawan adalah lawan yang tersenyum padaku
Karena aku membangun sekat dari enggan
Teman itu bualan bukan?
Bungkus terbaik dari lawan
Harus kuapakan tanda tanyamu?
Terlanjur enggan dibuai realita lalu ku iyakan juga
Akhirnya kita terbungkus rapi
Bungkus yang terbuat dari ekspektasi diri sendiri yang tak terkendali
Lebih dari warna, alat pemikat konsumen kecil
Mmeinta pada ibu keping-keping
Lalu esok ia batuk
Tertawa terbahak.
Teman memang setara gula-gula kapas
Menyenangkan
Lalu kita kehilangan awas
Tinggalkan gula-gula
Kini kita kapas saja
Orang-orang itu kotoran udara jalan
Menempel di mukaku lalu nampak saat kusapu wajahku dengan kapas lembut
Kotoran-kotoran itu cerdas bermain petak umpet dengan waktu
Pun kita
Cerdas mengelak jika kotoran sejenis dengan harta berharga
Lebih cerdas mereka, sembunyi di balik udara
Kita butuh selalu, seakan kita butuh mereka sebagai harta
Lalu ketika salah ditimpakan, siapa yang berhak?
Karena teman dan lawan adalah dua sisi mata uang
Satu
Sama
Sekaligus berbeda dalam dimensi waktu yang setara
Bila serakah aku harus miliki uang-uang itu
Bila ingin hidup, aku harus hirup udara tadi
Kebersamaan itu ilusi, pun perpisahan
Segalanya akan disamarkan waktu
Jika satu, maka satu
Jika tak untuk bersatu, maka tak akan ada satu (I've got it from "Supernova")
Selalu pusaran ini, lagi dan terus
Aku mau terus hidup dan bolehlah bila kaya
Bersatu itu curam, dasarnya jadi satu
Maka kita....
Sendiri.
Comments