I'm Ready Again, 2019
31 Desember 2018.
Page 365 of 365.
2018 adalah tahun perjalanan.
Perjalanan menemukan dan memperbaiki diri sendiri, perjalanan
secara fisik atau traveling,
perjalanan untuk belajar lebih dan lebih banyak lagi hal baru di dunia. 2018 isitimewa,
setidaknya bagiku begitu. Nggak semuanya bahagia, luka dan sedih itu udah pasti
ada. Tapi kali ini, aku menerima itu sebagai bagian dari perjalanan hidup. Aku
nggak lagi mengeluh ketika ada masalah, ketika sedih, yaudah hadapi aja. Karena
semua ini toh sementara. Pilihannya cuma menerima dan menikmati, atau mengeluh
dan susah sendiri.
Yang paling menarik di tahun ini
adalah aku udah mengunjungi banyak kota dalam setahun. Pamekasan, Sumenep,
Bandung, Jakarta, Depok, Denpasar, belum termasuk Malang, Sidoarjo dan Surabaya
yang memang pusat dari semua kegiatanku. Lucu. Di awal tahun aku memang punya
keinginan untuk mengunjungi banyak kota di luar kampung halaman, dan Alhamdulillah dapat kesempatan. Selain
itu, tahun ini juga aku keliling Malang. Lagi. Rencananya mau mengunjungi semua
destinasi wisata yang di Malang, pun termasuk dalam kotanya misal taman-taman
dan sejenisnya, Alhamdulillah masih
dikasih kesempatan juga untuk itu meski belum semua kelar dijajah. Hehehe.
Tahun ini juga aku Studi Klinis (sejenis
Study Tour), magang, dan KKN.
Otomatis buat aku ketemu sama banyak orang baru. Kenalan, mendengar banyak
cerita, belajar banyak ilmu tambahan, pergi ke tempat-tempat baru juga. Luar
biasa. Ketemu sama orang-orang baru yang berbeda lalu saling tukar cerita,
belajar juga, semua itu buat aku ngerasa jadi jauh lebih baik daripada tahun
kemarin. Rasa-rasanya 2017 aku jarang mau kenalan sama orang baru. Asik ndekem di zona nyaman….
2018 juga tahun dimana aku
melawan diri sendiri, berusaha keras (nggak keras-keras juga sih, intinya
setiap hari harus bisa menang melawan diri sendiri) mengubah apapun yang perlu
diubah dari diri sendiri. Salah satunya ya kenalan sama lebih banyak orang,
mendengarkan lebih banyak orang, nggak males-malesan lagi kalau memang harus
menyempatkan waktu untuk hal berguna, belajar lebih banyak tentang mengatur
emosi, manajemen waktu, manajemen keuangan, menahan diri untuk mengeluh setiap
ada hal-hal di luar dugaan, dan sebisa mungkin mandiri. Lebih banyak lagi hal
yang aku lakukan dari dan untuk diri sendiri, tapi segitu aja lah gambaran
besarnya. Kekurangan diri yang perlu aku perbaiki juga masih banyak banget.
Memang, melawan diri sendiri itu susah tjoy. Tapi kalau nggak gitu, ya nggak berubah-berubah.
I have anxiety problem too this year, tapi Alhamdulillah aku bisa mengatasi itu dengan menghabiskan waktu
bareng teman-teman dekat. Itu juga yang membuat 2018-ku istimewa : teman-teman.
Pencari Tulang, Kosan Papa Budi terutama yang Lantai 2, BBC (please read it as Bala Bala Cabe wkwk),
Fira, Hachi, Cullen, Amek, Sekaresmi, grup Cantique, you guys are awesome this year. Terima kasih untuk waktunya mau
dengerin dan nemenin aku di saat aku stres karena revisian, kelaperan tengah
malem, ikhlas aku riwuki dengan chat, telepon, dan cerewetku, mau kugangguin
sama semua keanehanku, terutama yang kosan/kamar/kontrakannya sering banget
kusambangi dengan nggak tahu diri. Makasiiiihhhhhhhhhh kalian terbaik :’)
Terima kasih juga buat
keluargaku, Bapak, Ibuk, adek-adek, untuk selalu menerima aku lagi, untuk kasih
sayang dan ceritanya, untuk segalanya sejak awal sampai detik ini dan esok. Kalian
kesayanganku.
2018 juga jadi penghujung dari
akademikku. Tahun ini aku skripsian. Nggak perlu dijelaskan panjang lebar
karena kita semua sama-sama tahu itu kayak gimana rasanya. Nggak horror-horor juga sih, tapi yaaaa…. Gimana ya, hehe.
Selain skripsi, ada banyak hal lain yang terjadi. Tiba-tiba temen nikah,
tiba-tiba si A udah keterima kerja di sini, si B udah buka usaha di sana, si C
ternyata udah lulus. Aku setiap pulang ke rumah kadang juga mikir ini kenapa
sih adek-adek udah pada gede aja, bapak ibuk juga makin bertambah umur. Tiba-tiba ketemu orang di lokasi A, B, C.
Banyak hal-hal yang nggak terduga lah pokoknya. Memasuki umur 21 (dan kenapa
udah mau 22 aja?), ternyata hidup justru lebih banyak ngasih kejutan,
ngasih pelajaran baru, ngasih ujian-ujian yang entah mau dibilang lucu atau
miris, ngasih bahan pikiran (overthinking
ternyata masih belum hilang di tahun ini), rasanya campur aduk. Rasanya apa
yang aku pelajari, pengalaman yang aku dapat selama ini, ternyata masih kurang.
Masih banyak lagi yang harus aku hadapi, aku pelajari, aku perbaiki. Lagipula ini
baru awal lho….
2018 adalah permulaan untuk memilih
dan belajar jadi dewasa, karena memang sudah waktunya. Di halaman ke 365 ini
aku mau berterima kasih sama Allah untuk semua kesempatan, rejeki, tawa,
termasuk nangis-nangisnya juga, karena dengan begitu aku bisa jadi aku yang
sekarang sedang menulis ini. Aku juga bangga sama diriku sendiri yang sekali
lagi berhasil melewati 1 tahun lagi dengan beberapa perubahan, nggak stagnan-stagnan
amat. Aku bangga sama diriku sendiri, yang meskipun masih sering males dan
labilnya sering muncul, tapi tetap mau dan mampu untuk terus berusaha lagi, lagi,
dan lagi. Diri sendiri ternyata tetap teman terbaik selama ini.
Aku siap
untuk menghadapi apapun di 2019. Aku sama sekali nggak punya pandangan akan
jadi apa, akan terjadi apa, akan berjalan kemana, akan ketemu siapa, tapi aku
percaya aku bisa melewati itu semua, aku yakin Allah itu Maha Baik. Apapun yang
terjadi, Dia tidak akan meninggalkan. Aku juga sadar semua yang sudah dan akan
terjadi adalah sementara. Aku memilih untuk berusaha menjalani ke-sementara-an itu dengan sebaik
yang aku mampu, nggak lupa menikmatinya juga. Aku nggak akan menyerah untuk belajar dan berusaha jadi lebih
baik lagi, insya Allah. Hi 2019, nice to meet you. Hi myself, let’s
rock!
Semoga 2019 jadi tahun yang baik untuk kita semua,
ditunggu kabar-kabar baiknya.
Cheers~