Kenapa Menulis?
Kenapa menulis?
Ya karena mau. Mampu. Dan tidak tahu malu.
Hmmmm.
Nggak nggak, bercanda, hehe.
Begini, alasan menulis yang paling utama karena pikiranku nggak pernah sepi. Nggak pernah satu hari aku lewatkan tanpa seliweran pertanyaan, asumsi, pengetahuan baru, dan bahkan hal sepele semisal resep makanan dan harga baju. Yang kulakukan pertama kali adalah proses penyaringan pikiran, mana yang layak diingat dan diabadikan, mana yang hanya dibiarkan lewat. Yang layak diingat dan diabadikan, baru aku tuliskan (atau foto kalau perlu dan sempat). Menulis hanya bagian dari menuangkan pikiran. Khusus untuk blog, aku sengaja isi tema cinta dan hidup, disusul sastra, dan pemikiran-pemikiran random yang sering muncul saat tengah malam lewat sedikit. Kepala yang terlalu penuh bisa merepotkan aktivitas, dan menulis bisa sedikit meredakan itu.
Alasan menulis kedua, karena punya banyak ide-ide gila atau kepala yang nggak pernah berhenti bekerja, aku jadi cerewet ke orang-orang terdekat. Aku pintar mendengarkan, tapi kurang persuasif atau menarik ketika bercerita. Cenderung membosankan, malah terkadang ngeselin. Daripada merepotkan orang dengan celotehanku, dan nggak semua orang paham juga, aku memilih untuk menuliskan itu semua di jurnal pribadi. Catat, jurnal pribadi. Bukan laman online seperti blog ini. Beda konten nanti. Lagipula ada hal-hal yang baiknya disimpan sendiri kan? Hehehe. Tapi ada juga kok yang akhirnya jadi konten blog begini.
Alasan menulis ketiga, seperti yang sudah disampaikan di awal, karena mau dan mampu. Aku mau menuliskan beberapa hal dan aku mampu untuk menceritakan itu melalui kata-kata. Menurutku semua orang pun sebenarnya mampu, tapi beberapa memilih untuk melakukan hal lain. Oh iya, kegiatan menulis ini bisa dilakukan dimana aja. Di kereta bisa, di kampus bisa, di warung bisa, dimana pun oke. Selama ada medianya (kertas + pensil, atau note di smartphone juga bisa). Apa lagi yang menghalangi untuk menulis?
Kenapa menulis penting?
Karena, "Verba volant, scripta manent". Yang disampaikan melalui lisan akan mudah terlupakan, dan yang tertulis akan menetap. Sesederhana itu. Punya memori berupa tulisan, ketika dibaca ulang, kadang jadi hiburan tersendiri. Lumayan nanti bisa dijadikan cerita juga ke pasangan dan anak cucu hehehe. Meskipun ada beberapa yang tidak akan pernah bisa disampaikan dengan kata-kata, di situlah gantian foto yang akan berbicara.
Begitulah, kenapa blog ini masih eksis.
Dan begitu pula bagaimana salah satu cara aku menikmati hidup :)
Nulis yuk~
Nulis yuk~