Self-Love

Semenjak saat itu, hati ini berkelana ke sana kemari seolah mencari suaka padahal bukan. Hanya merayapi sepi demi sepi yang lain, senang demi senang yang samar. Kata orang ikuti kata hati, namun hatiku asyik berdiam diri. Membiarkanku hilang arah.


Bisikan lirih mengingatkanku bahwa seharusnya aku hanya diam. Menikmati sembuhnya luka yang tertolong waktu. Menikmati heningnya hari dan hati. Menggamit mimpi dan kebebasan yang menunggu di tikungan. Menikmati alam yang menjanjikan ramai bermakna. Menikmati bercakap-cakap dengan diri sendiri yang lama tak bersua. Lama tak kucinta.


Aku pernah kehilangan separuh diriku, dan sedang menggapainya kembali. Mencoba mencintai diri ini sekali lagi, tanpa kecuali. Karena hanya dengan mengapresiasi diri, meluaskan maaf, dan menerima rasa sakit dengan lapang dada : maka aku hidup. Maka aku utuh.


Selamat datang kembali, diriku. Jangan dulu kamu lari kepada cinta-cinta semu. Wahai diri, mari saling mencintai. Mari saling memiliki. Mari bersiap-siap untuk banyak kejutan baru. Aku menerimamu tanpa tapi, jadi mari berkelana di dunia tanpa tepi.


Pun nantinya, akan tiba waktunya kita menyapa satu laki-laki terbaik. Yang di sepasang matanya akan terpancar keutuhan dan kebebasan dalam satu dimensi yang sama. Tanpa ada satupun dusta.

Popular posts from this blog

Malang

I'm Ready Again, 2019

Listen (Self Reminder)