Para Petinggi
Rumah-tumah kumuh
Kini menyuarakan kebenaran pilu
Lantang, namun enggan menghiasi hati para petinggi
Kebisingan penuh rasa letih
Kini menggema, bergaung suram di bawah langit
Dan, para petinggi tetap menulikan diri...
Kebenaran kini nyaris habis demi tahta
Suara-suara pilu para fakir miskin
Telah lama teredam aliran-aliran rupiah kotor
Kemana suara hati nurani?
Sudah butakah terhadap kepenatan yang menyelubungi?
Namun, para petinggi tetap berjalan congkak
Dengan membusungkan dada, menggenggam emas
Terus mengalirkan rupiah-rupiah untuk kepuasan duniawi
Tidak peduli tawa anak-anak kecil yang mulai menghilang
Atau pada tangis rakyat miskin yang semakin lantang terdengar
Tidak!
Mereka tetap berjalan di atas sedu sedan itu
Begitu banyak kesedihan menghantam Ibu Pertiwi
Jangan sampai detik berjalan membawa sisa-sisa kebenaran!
Layakkah kita hanya diam melihat?
Layakkah para petinggi terus melangkahkan kaki membawa kesedihan?
Bergeraklah segera!
Demi setitik harapan bangsa...
Comments