Jenuh
Detik ini semesta berbicara
Manusia bersuara bersama
Serentak tanpa aba-aba
Berisik. Aku jenuh.
Dimana letak keheningan?
Penat sudah merajai tanpa tahu malu
Meluluh lantakkan sepi yang murni
Namun, keheningan masih berani bersembunyi?
Mungkin sudah tercampur baur bersama bising?
Detik selanjutnya aku yang bertutur kata
Aku ingin sendiriku bulat utuh
Tidak menjadi bagian dari perjalanan waktu
Ada bukan untuk siapa-siapa
Juga menetap tidak dimana pun
Aku eggan larut dalam hiruk pikuk
Malas menjadi bagian keributan
Berisik. Aku jenuh.
Biarkan aku sendiri
Bersama runutan nafas teratur
Suara-suara desir yang samar
Nada-nada yang harmonis
Atau bahkan koor membahana dari kodok depan selokan
Kenapa tidak?
Karena semua menjadi berisik.
Dan aku jenuh.
Manusia bersuara bersama
Serentak tanpa aba-aba
Berisik. Aku jenuh.
Dimana letak keheningan?
Penat sudah merajai tanpa tahu malu
Meluluh lantakkan sepi yang murni
Namun, keheningan masih berani bersembunyi?
Mungkin sudah tercampur baur bersama bising?
Detik selanjutnya aku yang bertutur kata
Aku ingin sendiriku bulat utuh
Tidak menjadi bagian dari perjalanan waktu
Ada bukan untuk siapa-siapa
Juga menetap tidak dimana pun
Aku eggan larut dalam hiruk pikuk
Malas menjadi bagian keributan
Berisik. Aku jenuh.
Biarkan aku sendiri
Bersama runutan nafas teratur
Suara-suara desir yang samar
Nada-nada yang harmonis
Atau bahkan koor membahana dari kodok depan selokan
Kenapa tidak?
Karena semua menjadi berisik.
Dan aku jenuh.
Comments