Ilmu

Sedang berkolaborasi dengan waktu, untuk mendapat ilmu. Serupa tanaman yang membutuhkan air untuk terus tumbuh. Berkembang. Menjulang tinggi, namun merundukkan batang dan daun-daunnya yang lebat. Sedang berdebat dengan diri, ketika keinginan berbenturan dengan kebutuhan. Memperebutkan posisi teratas prioritas. Kali ini, kebutuhan akan ilmu menang. Ia primadona dalam wilayah pikiran. Ilmu kini pri-o-ri-tas.

Sedang berjalan maju mencari ilmu. Ilmu. Bukan nilai yang menyamar menjadi ilmu. Merasakan kebutuhan akan ilmu karena itu warisan untuk semuanya. Berpikir. Menganalisa. Mengamati. Belajar. Namun tetap wajar. Sederhana, apa adanya, cukup.

Nilai sekarang bergelimpangan menghalangi jalanan, sementara tujuan utama belum terpenuhi. Yaitu ilmu. Lagi-lagi ilmu. Pusing, memang. Memandang tulisan , angka, tabel, paragraf, lalu berpikir. Berpikir. Masih berpikir. Kemudian penat. Namun butuh. Kebutuhan yang merangkap hak. Terlalu sayang diabaikan. Tapi nilai tak bisa dibiarkan terus jumawa, melangkahi ilmu. Atau kita yang kini berubah prioritas?

Sekian.
Ini dini hari, dimana sudah seharusnya aku berhenti sejenak bermain-main diksi.

Comments

Popular posts from this blog

Malang

I'm Ready Again, 2019

Listen (Self Reminder)