Syair Bersama

Kita pernah
Berlari-lari bagai hari esok hanya bualan
Merayapi setiap senti kesenangan-kesenangan
Menyapa duka lara
Mengguratkan cerita karena cinta
Melangkah pasti atas dasar nama asa

Kita pernah
Menganggap jatuh itu lumrah
Pun amarah, yang menghinggapi tiap individu
Segalanya terasa akrab
Yakin kita tetap satu, tanpa ragu
Percaya, keberagaman hanyalah ilusi
Dan kebersamaan adalah fakta

Kita pernah
Berpeluh, berkeluh kesah
Berharap segalanya berakhir sudah
Terlalu lelah.
Namun cerita telah dimulai, tak berguna jika hanya berisi lelah
Pun resah, atau bahkan gundah
Kembali kita menapaki jalanan, memulai langkah

Kini...

Kita kembali 'kan terpecah
Tentu bukan untuk berpisah
Namun karena masa depan telah menyapa
Memberi selamat pada kita
Impian kini nyata dan kita gembira

Maka inilah terima kasihku
Pada semua individu nan lucu
Bukan sayu, atau kuyu, apalagi layu
Namun mungkin masih berwajah lugu
Yang mengasah kisah bersama
Yang mengukir sejarah beramai-ramai
Kisah bersejarah yang kelak kita intip kembali
Hanya agar tertawa sekali lagi


 Notes : Ini hasil dari ngebantuin temen dengan rentang waktu sekitar... semingguan mungkin? Ditujukan untuk temen seangkatan. Saking buntunya banyak diksi-diksi yang udah sering aku gunakan, malah di sini aku gunakan lagi. Perlu baca KBBI lagi nih, karena perbendaharaan kata yang mulai tipis-tipis menyedihkan.
Agak terlalu panjang, bukan termasuk slah satu puisi favoritku, but at least aku puas bikinnya. Wkwkwk. Aku paling suka bait terakhir. Hope you'll enjoy it, guys~

Comments

Popular posts from this blog

Malang

I'm Ready Again, 2019

Listen (Self Reminder)