Jatuh
Jatuh sudah. Kalah telak.
Bukan retakan, tapi serpihan
Menyelaminya lagi? Sulit
Terlalu erat digenggam, tanpa mencecap kebebasan
Lalu tergelincir, pecah
Warna-warna pudar yang beranjak hilang
Sedikit lagi akan berakhir
Kilauan multiwarna dan sejuta bahasa
Pelan-pelan terhapus senyum pagi hari
Bukan inginku
Sebentar lagi akan tiba waktunya
Mata melihat kecewa
Namun hati mati rasa
Dipadamkan bersama asa-asa
Seulas senyum pertama untuk mentari yang kelak menghapusnya