Mari Cerita tentang Stagnan
Akhirnya, setelah sekian lama stagnan dan kondisi blog yang begini-begini saja, aku bisa setting ulang dan hasilnya bagus. Old school banget, setelah lima tahun baru bisa setting blog sendiri. Mengubah tampilan lama ternyata bisa membawa angin segar untuk selanjutnya. Oke, mari menulis.
Setelah aku amati secara teliti, konten blog ini juga, ternyata, mengalami stagnan yang cukup panjang dan membosankan. Setengah menggelikan. Cinta, cinta, cinta melulu yang ditulis. Karena, menurutku, daripada aku "nyampah" di sosial media dan mengganggu orang lain, lebih baik aku tuliskan semuanya di satu tempat khusus yang jarang dibuka orang. Ya, blog. Blog tua ini sudah aku penuhi dengan macam-macam tema tulisan, dan kebanyakan cinta. Maklum, masih belasan tahun wkwkwk. Enggak ding, sekarang sudah 20.
Aku masih akan menulis tentang cinta-cintaan. Tidak ada yang salah dengan menulis cinta-cintaan. Jadi, iya, aku masih akan lanjut menulis tentang cinta. Masih akan menulis puisi dan prosa dengan diksi yang, kata orang, njelimet. Hehehe.
Tapi di samping itu, aku juga akan menulis hasil pemikrian-pemikiranku tentang banyak hal yang aku amati. Tentang apa-apa saja yang mengganjal di pikiran dan benar-benar butuh aku luapkan. Terlalu lama dan terlalu sering aku menulis tentang "aku" sendiri. Memang sih, menulis itu untuk diri sendiri. Untuk mengeluarkan rasa atau pikiran yang tersimpan. Untuk bersenang-senang. Nah, lalu apa gunanya tulisanku di sini kalau isinya cuma aku melulu?
Aku mencoba mengubah bukan hanya tampilan blog (yang entah kenapa jadi cewek banget gini), tapi juga konten yang akan aku tulis nantinya. Mudah-mudahan bermanfaat, tidak bermanfaat pun mudah-mudahan masih bisa menghibur. Kalau pun tidak bisa keduanya, ya sudah minimal tidak merugikan kalian karena menghabiskan kuota (?).
Waktunya berubah, karena stagnan pun ternyata bisa tidak menyenangkan. Cheers!
Setelah aku amati secara teliti, konten blog ini juga, ternyata, mengalami stagnan yang cukup panjang dan membosankan. Setengah menggelikan. Cinta, cinta, cinta melulu yang ditulis. Karena, menurutku, daripada aku "nyampah" di sosial media dan mengganggu orang lain, lebih baik aku tuliskan semuanya di satu tempat khusus yang jarang dibuka orang. Ya, blog. Blog tua ini sudah aku penuhi dengan macam-macam tema tulisan, dan kebanyakan cinta. Maklum, masih belasan tahun wkwkwk. Enggak ding, sekarang sudah 20.
Aku masih akan menulis tentang cinta-cintaan. Tidak ada yang salah dengan menulis cinta-cintaan. Jadi, iya, aku masih akan lanjut menulis tentang cinta. Masih akan menulis puisi dan prosa dengan diksi yang, kata orang, njelimet. Hehehe.
Tapi di samping itu, aku juga akan menulis hasil pemikrian-pemikiranku tentang banyak hal yang aku amati. Tentang apa-apa saja yang mengganjal di pikiran dan benar-benar butuh aku luapkan. Terlalu lama dan terlalu sering aku menulis tentang "aku" sendiri. Memang sih, menulis itu untuk diri sendiri. Untuk mengeluarkan rasa atau pikiran yang tersimpan. Untuk bersenang-senang. Nah, lalu apa gunanya tulisanku di sini kalau isinya cuma aku melulu?
Aku mencoba mengubah bukan hanya tampilan blog (yang entah kenapa jadi cewek banget gini), tapi juga konten yang akan aku tulis nantinya. Mudah-mudahan bermanfaat, tidak bermanfaat pun mudah-mudahan masih bisa menghibur. Kalau pun tidak bisa keduanya, ya sudah minimal tidak merugikan kalian karena menghabiskan kuota (?).
Waktunya berubah, karena stagnan pun ternyata bisa tidak menyenangkan. Cheers!