Ilmu (Opini Tengah Malam)
Emang ya dasar, jam-jam tengah malam gini tuh otak sedang bersinar terang (bahasa apa ini haha).
Oke, jadi pembahasan -atau hasil pemikiran, lebih tepatnya- yang mau aku tulis adalah tentang ilmu. Bedanya post ini dengan post berjudul "Ilmu" yang sebelumnya adalah, ini bukan karya sastra berupa puisi atau prosa. Ini hasil pemikiran. Artikel. Cuap-cuap. Apalah itu terserah
Kenapa bahas ilmu?
Awalnya, aku belajar-belajar bahasa Jerman. Iseng aja untuk ngisi waktu, meskipun pemahamanku masih 0.003% dan seluruhnya mencakup arti dari tiga kata. Iya, separah itu memang, maklumlah newbie. Masih piyek hehe. Lalu pikiranku beralih ke alasan dibalik kenapa aku selalu semangat kalau belajar bahasa. Salah satu faktornya adalah karena aku memang suka dan kepo.
Faktanya, yang suka aku pelajari bukan cuma bahasa, tapi ada banyak hal lainnya, sekalipun itu cuma proses coba-coba. Aku suka belajar musik, bahasa, bahkan menggambar. Yang bagian menggambar tadi masih abal-abal dan taraf coba-coba aja sih, buat isi waktu atau kalau lagi kangen siapa gitu, ya gambar wajahnya (eh...). Hahahahaha, bukan bukan.
Next.
Lalu apa hubungannya sama ilmu?
Jadi begini. Ketika melakukan semua kegiatan itu, belajar bahasa, main musik, lalu menggambar, terlintas pikiran : aku belajar ini semua untuk apa ya?
Bagiku, semua hal itu adalah ilmu dan bisa jadi sumber ilmu. Belajar atau mencari ilmu, itu bisa dimana pun, kapan pun dan dengan siapapun. Kalau bagi beberapa orang ilmu itu sebatas pelajaran yang didapat dari pendidikan formal, sebatas ilmu hitung atau ilmu hafalan, maka sudah jelas pikiranku akan berbeda dari mereka. Ilmu bagiku lebih luas dari ruang lingkup pendidikan formal. Lebih luas dari sekedar angka dan huruf. Ilmu, bagiku, bisa berupa sikap atau tindakan yang membawa kebaikan bagi orang lain. Asal muasal ilmu dari mana? Menurutku, asal muasal ilmu didapat dari rasa kepo. Rasa ingin mencari tahu.
Belajar apapun itu tidak salah. Selama ilmu yang didapat tidak lantas disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Tidak ada yang salah dari menuntut ilmu. Ini berkaitan dengan kasus, ketika ada orang yang bilang :
"Sayang ya, belajar tinggi-tinggi eh jadi ibu rumah tangga doang"
"Ngapain sih ambil jurusan itu? Ntar juga nggak kepake kerja"
"Yang belajar kayak gitu tuh apa nggak buang-buang waktu ya? Ilmunya mau dikemanain coba"
"Halah ngapain sih belajar kayak gitu, buat apaan?"
dan rangkaian kalimat sejenisnya yang beberapa juga pernah terlintas di pikiranku sendiri~
Semua kalimat itu hilang oleh salah satu hadist yang cukup melekat di kepala. Pernah dengar ini kan : “Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga” (HR. Muslim). Jadi, wahai para pembaca yang budiman : mencari ilmu atau belajar itu adalah kewajiban bagi umat Muslim. Bagi seluruh manusia. Sekaligus bisa untuk survival kit dalam menjalani hidup, sampai nanti ketemu Dia. Jadi bagiku, selama itu positif dan tidak merugikan orang lain atau diri sendiri, belajar apapun, terutama yang kita suka, itu tidak ada salahnya. Memenuhi rasa ingin tahu yang kita punya itu juga tidak ada salahnya. Yang penting dahulukan iman terhadapNya, lalu kalau mau belajar tentang apapun? Ya belajar aja.
Ngomong-ngomong tentang frasa "rugi udah belajar", itu bagiku kurang tepat. Nggak ada belajar yang sia-sia. Belajar masak, belajar tentang otomotif, belajar matematika, belajar apapun itu tidak salah dan tidak akan sia-sia ilmu yang didapat. Pahala dapet, ilmu dapet, kalau di share untuk kebaikan orang lain juga oke. Ya tho? Apa yang salah dari mempelajari hal-hal yang memang kita suka, kita ingin tahu dan kita ingin kembangkan? Nggak ada.
Meskipun kecerdasan dan proses pemahaman orang itu berbeda-beda, itu kan bukan halangan untuk terus belajar. Terus mencoba sampai bisa. Terus mencari tahu. Someday and somehow, itu akan berguna entah untuk diri sendiri atau orang lain. Belajar, seringnya, adalah hal yang menyenangkan. Kenapa harus rugi dalam cari ilmu?
Oh, satu lagi.
Karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak nanti, justru lebih baik kan kalau kita, perempuan, lebih banyak belajar? Hehehehehehe.
Cheers ♥
Oke, jadi pembahasan -atau hasil pemikiran, lebih tepatnya- yang mau aku tulis adalah tentang ilmu. Bedanya post ini dengan post berjudul "Ilmu" yang sebelumnya adalah, ini bukan karya sastra berupa puisi atau prosa. Ini hasil pemikiran. Artikel. Cuap-cuap. Apalah itu terserah
Kenapa bahas ilmu?
Awalnya, aku belajar-belajar bahasa Jerman. Iseng aja untuk ngisi waktu, meskipun pemahamanku masih 0.003% dan seluruhnya mencakup arti dari tiga kata. Iya, separah itu memang, maklumlah newbie. Masih piyek hehe. Lalu pikiranku beralih ke alasan dibalik kenapa aku selalu semangat kalau belajar bahasa. Salah satu faktornya adalah karena aku memang suka dan kepo.
Faktanya, yang suka aku pelajari bukan cuma bahasa, tapi ada banyak hal lainnya, sekalipun itu cuma proses coba-coba. Aku suka belajar musik, bahasa, bahkan menggambar. Yang bagian menggambar tadi masih abal-abal dan taraf coba-coba aja sih, buat isi waktu atau kalau lagi kangen siapa gitu, ya gambar wajahnya (eh...). Hahahahaha, bukan bukan.
Next.
Lalu apa hubungannya sama ilmu?
Jadi begini. Ketika melakukan semua kegiatan itu, belajar bahasa, main musik, lalu menggambar, terlintas pikiran : aku belajar ini semua untuk apa ya?
Bagiku, semua hal itu adalah ilmu dan bisa jadi sumber ilmu. Belajar atau mencari ilmu, itu bisa dimana pun, kapan pun dan dengan siapapun. Kalau bagi beberapa orang ilmu itu sebatas pelajaran yang didapat dari pendidikan formal, sebatas ilmu hitung atau ilmu hafalan, maka sudah jelas pikiranku akan berbeda dari mereka. Ilmu bagiku lebih luas dari ruang lingkup pendidikan formal. Lebih luas dari sekedar angka dan huruf. Ilmu, bagiku, bisa berupa sikap atau tindakan yang membawa kebaikan bagi orang lain. Asal muasal ilmu dari mana? Menurutku, asal muasal ilmu didapat dari rasa kepo. Rasa ingin mencari tahu.
Belajar apapun itu tidak salah. Selama ilmu yang didapat tidak lantas disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Tidak ada yang salah dari menuntut ilmu. Ini berkaitan dengan kasus, ketika ada orang yang bilang :
"Sayang ya, belajar tinggi-tinggi eh jadi ibu rumah tangga doang"
"Ngapain sih ambil jurusan itu? Ntar juga nggak kepake kerja"
"Yang belajar kayak gitu tuh apa nggak buang-buang waktu ya? Ilmunya mau dikemanain coba"
"Halah ngapain sih belajar kayak gitu, buat apaan?"
dan rangkaian kalimat sejenisnya yang beberapa juga pernah terlintas di pikiranku sendiri~
Semua kalimat itu hilang oleh salah satu hadist yang cukup melekat di kepala. Pernah dengar ini kan : “Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga” (HR. Muslim). Jadi, wahai para pembaca yang budiman : mencari ilmu atau belajar itu adalah kewajiban bagi umat Muslim. Bagi seluruh manusia. Sekaligus bisa untuk survival kit dalam menjalani hidup, sampai nanti ketemu Dia. Jadi bagiku, selama itu positif dan tidak merugikan orang lain atau diri sendiri, belajar apapun, terutama yang kita suka, itu tidak ada salahnya. Memenuhi rasa ingin tahu yang kita punya itu juga tidak ada salahnya. Yang penting dahulukan iman terhadapNya, lalu kalau mau belajar tentang apapun? Ya belajar aja.
Ngomong-ngomong tentang frasa "rugi udah belajar", itu bagiku kurang tepat. Nggak ada belajar yang sia-sia. Belajar masak, belajar tentang otomotif, belajar matematika, belajar apapun itu tidak salah dan tidak akan sia-sia ilmu yang didapat. Pahala dapet, ilmu dapet, kalau di share untuk kebaikan orang lain juga oke. Ya tho? Apa yang salah dari mempelajari hal-hal yang memang kita suka, kita ingin tahu dan kita ingin kembangkan? Nggak ada.
Meskipun kecerdasan dan proses pemahaman orang itu berbeda-beda, itu kan bukan halangan untuk terus belajar. Terus mencoba sampai bisa. Terus mencari tahu. Someday and somehow, itu akan berguna entah untuk diri sendiri atau orang lain. Belajar, seringnya, adalah hal yang menyenangkan. Kenapa harus rugi dalam cari ilmu?
Oh, satu lagi.
Karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak nanti, justru lebih baik kan kalau kita, perempuan, lebih banyak belajar? Hehehehehehe.
Cheers ♥