Pergi

Jangan biarkan pikiranmu terdistraksi oleh imajinasi, rapalku dalam hati. Puluhan kali hari ini. Tidak benar bahwa mimpi tidak menyimpan bisa. Setidaknya bagi yang tidak berpotensi terwujud. Aku sedang kalang kabut.

Pusatkan rencanamu pada satu titik, bukan menyebar tak terkendali dan dikuasai emosi. Lagi-lagi aku merapal dalam hati, berbisik-bisik sendiri. Cinta bukan saat yang tepat bagi diri yang ingin melesat. Lantaran pikir terbagi-bagi, tujuan awal terdistorsi. Pikir lagi dua kali.

Aku menoleh
Cukup untuk menatapmu sekali lagi
Jika cinta, maka kita akan kembali, bukan?

Lalu aku melangkah pergi.

Popular posts from this blog

Malang

I'm Ready Again, 2019

Listen (Self Reminder)