Kontribusi
Blog-ku ini sebentar
lagi ulang tahun yang ke-6. Meskipun aku lupa sih tepatnya Januari tanggal
berapa aku mulai blogging. Yang pasti
aku mulai cuap-cuap di blog semenjak kelas 8 atau kelas 2 SMP. Enam tahun jadi blogger dan kontribusi apa yang udah aku
berikan untuk orang lain melalui blog?
Nggak tau. Atau
mungkin malah nggak ada.
Parah kan?
Aku mulai isi blog
dengan menceritakan apapun yang mau aku ceritakan. Lebih banyak buat puisi atau
prosa, yang menurutku mulai menurun kualitasnya akibat kurang baca dan kurang kosa
kata untuk memperkaya itu. Meskipun tujuanku nulis itu sebenarnya untuk
mengurangi hasil pemikiran atau tekanan rasa yang ada (tekanan rasa?). Aku
menulis karena emang suka main-main kata, suka cerita, jadi daripada aku
cerewetin orang lain, aku pikir ditulis lebih baik.
Lalu, baru beberapa
hari yang lalu, aku kepikiran. Aku ini nggak pintar-pintar amat, nggak terlalu
aktif untuk kegiatan macam-macam, bisanya cuma ngoceh dan nulis-nulis di blog.
Bisanya cuma scroll up/down sosial
media dengan harapan bisa menjadi seperti orang lain lalu aku melupakan diri
sendiri. Yeaaa, sounds pathetic. Ya gimana
bisa bermanfaat untuk kehidupan orang? Terlintas juga pikiran, kalau nanti
Allah tanya “Digunakan untuk apa blog yang kamu punya? Bisa memberi manfaat
untuk orang lain atau enggak?”, aku pasti nggak punya jawabannya.
Dan blog-ku ini bakal
nggak berguna, kecuali untuk kesenanganku.
Blog ini, atau lebih
tepatnya : aku sendiri, pernah mengalami masa-masa stagnan. Mau nulis apa lagi,
nggak tau. Mau nulis puisi bingung, mau nulis hal lain juga bingung, buntu.
Benar-benar buntu dalam kurun waktu sekitar beberapa bulan. Nggak ada keinginan
sama sekali untuk belajar hal lain sebagai bahan tulisan, atau untuk mencoba
hal lain sehingga bisa share
pengalaman di blog. Malas. Mager namanya kalau jaman sekarang mah. Padahal,
ketika kembali lagi untuk sekedar utak atik blog ini, aku seneng. Sering aku
berpikir kalau memang duniaku ada di sini. Memang aku menyukai kegiatan ini.
Nah, kenapa nggak
dilanjutin aja?
Mengisi blog dengan
puisi atau prosa tok, nggak akan buat
aku berkembang kemana-mana. Nggak akan buat aku belajar lagi, nggak ada
tantangan buat aku untuk membaca, untuk mengeksplorasi dunia yang aku jalani
ini. Aku nggak mau blog ini hanya sekedar ada. Aku mau, setidaknya, blog ini
bisa memberi manfaat sekecil apapun untuk orang lain, seremeh apapun meskipun
itu cuma memberi rasa senang karena ngeliatin tulisan-tulisanku yang konyol.
Mana bisa memberi manfaat kalau nggak dikembangkan pemikirannya? Nah, maka dari
itu, konten blog ini selanjutnya bakalan aku ubah sedikit demi sedikit.
Masih akan ada sastra.
Masih akan ada cuap-cuap yang nggak penting dari hasil pemikiranku yang random.
Tapi dengan tambahan beberapa post edukatif, solutif, dan bisa memberi manfaat
yang lain insha Allah. Karena kalau
aku cuap-cuap di sosial media yang lain, itu akan mengganggu orang lain yang
ikut nge-follow. Beda kalau aku tulis
segala macem di blog. Kalau aku nulis di blog, orang punya pilihan untuk buka dan
baca, atau tidak.
Ini bukan resolusi
2018.
Ini bentuk dari
menantang diri sendiri untuk berkembang ke depannya. Untuk belajar lagi,
belajar terus, dan nggak menikmati stagnan yang nyaman. Kalau nyaman terus
gimana mau maju?
Cheers~