Blessed Girl
Kali ini cuma cuap-cuap. Iya, di tengah malam. Tentang apa yang menenangkanku di tengah kalutnya pikiran.
Penenang malam ini jatuh kepada kakek dan nenek yang bertukar cerita sebelum tidur, dan mereka tertawa. Mereka sehat.
Penenang kemarin hari adalah diantar Bapak pulang ke rumah, padahal jarak dari Malang, ke rumah, dan ke tempat kantornya juga nggak dekat. Malamnya aku tidur di sebelah si bayi kecil, Ibuk, dan masih dibercandain sama adek-adekku yang cowok yang entah kenapa mereka sudah bukan bayi lagi.
I'm blessed. Bahagiaku cukup seperti ini.
Syukurku untuk Allah, lagi dan lagi, selalu. Memberi aku segalanya padahal aku masih sering membangkang. Tanpa henti mengingatkan dan mengajak kembali.
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Penenang malam ini jatuh kepada kakek dan nenek yang bertukar cerita sebelum tidur, dan mereka tertawa. Mereka sehat.
Penenang kemarin hari adalah diantar Bapak pulang ke rumah, padahal jarak dari Malang, ke rumah, dan ke tempat kantornya juga nggak dekat. Malamnya aku tidur di sebelah si bayi kecil, Ibuk, dan masih dibercandain sama adek-adekku yang cowok yang entah kenapa mereka sudah bukan bayi lagi.
I'm blessed. Bahagiaku cukup seperti ini.
Syukurku untuk Allah, lagi dan lagi, selalu. Memberi aku segalanya padahal aku masih sering membangkang. Tanpa henti mengingatkan dan mengajak kembali.
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ