Pulih

Tertoreh riwayat tentang wilayah kepulauan
Konon terkuat, penakluk samudera
Tak tertandingi bersama para raja

Kini terkoyak banyak kubu dengan beda tuju, banyak mulut beda maksud
Jangan terperangah tatkala banyak politik bermuka dua yang bisa-bisa melahapmu tak bersisa
Hukum seringnya tertebas pundi-pundi
Yang lantang dienyahkan ke dalam sel, yang sadar disenyapkan melalui narasi-narasi penuh opini sumbang
Sungguh, bising sekali.
Petinggi rakus akan puja puji, masalah hidup mati justru beroleh sedikit atensi
Alasan yang diserukan atas nama demokrasi
Atau justru kepentingan pribadi?

Berusaha mencintai negara sendiri tidak pernah sebegini kacau
Rupanya merdeka tidak lantas lepas dari susah payah
Lekaslah pulih, Indonesia
Aku menjelang menangmu dalam tiap sikap
Aku menunggu tenangmu agar terus menetap

Comments

Popular posts from this blog

Malang

I'm Ready Again, 2019

Listen (Self Reminder)